Personal View, The First Templar

Ad
Ad
Ad
Ad
author image by gitablu | 05 Sep 2011 | 3,475

nullSaya mengetahui  game ini saat menonton trailernya di IGN. Saya agak ceroboh saat itu dan menyangka itu hanya ada di X360 saja. Hingga akhirnya saya tak sengaja dibelikan game ini oleh seseorang.  Saya kaget, lhooo.. ada versi PCnya? Astaga. (saya harus membaca lbh teliti lagi lain kali)

Dengan semangat, saya install ke PC dan memainkannya. Saya kira ini hanya game adventure semata dengan templar sebagai ‘hiasannya’. Tapi… ah, saya akui, saya menyukai sekali game ini. Game ini memberikan saya kepuasan bermain game yg sesungguhnya. Walau…saya memang mendapati beberapa review negatif mengenai game ini.

Saat saya memainkannya, tidak ada hal minus yang membuat saya akan membuat review jelek dari game ini. (paling karena saya mual dan super pusing saat memainkannya, tapi itu masalah saya sendiri bukan krn gamenya) Saya bingung sekali saat membaca review negatif itu, karena saya tidak menemukannya pada game tersebut saat saya memainkannya!  Apa karena pembuat review itu tidak begitu menyukai tema yang diangkat pada game ini,  atau karena saya yang punya obsesi pada ksatria eropa abad pertengahan?

Menyoal gameplay, memang cukup sulit bagi saya untuk memainkannya pertama kali. Beberapa kali harus saya sesuaikan settingnya baru saya nyaman memainkan game ini.  Terutama saya harus mematikan fungsi kamera yang bergerak 360 derajat, karena hal itu yang membuat saya sangat pusing dan mual memainkan game ini. Selebihnya, saya tidak begitu bermasalah dengan kendali game ini. Mouse dan keyboard bukan hal baru buat saya, sehingga saya cepat beradaptasi.

The First Templar juga memiliki elemen RPG di dalamnya. Kita bisa menaikan skill karakter saat exp sudah mencukupi. Tidak ada level karakter, namun digantikan oleh skill. Dengan skill kita bisa menambahkan health bar dan mana bar (yang berguna untuk mengeluarkan jurus spesial). Ada tiga karakter yang bisa dimainkan di sini, dan kita bisa mengatur skill point dari ketiga karakter itu.

null

Saya cukup teliti dan perfeksionis saat menyangkut game.  Grafis yg buruk bukan berarti game itu buruk asalkan punya gameplay dan storyline serta ‘feel’ yang sesuai. First Templar memang tidak akurat secara sejarah jika dilihat dari armornya, tp saya terkejut melihat detailnya penggambaran lokasi2 di game ini. Dan memang, tema cerita game ini jg menurut saya ‘agak pasaran’ -> templar dengan Cawan Suci. Duh, templar pasti tidak jauh2 dr Cawan Suci, padahal saat saya mempelajari templar, kayaknya banyak hal yang lbh dr sekedar Cawan Suci. Tapi.. storyline yg agak cheesy ini terselamatkan dengan sang tokoh utama game ini : Sir Celian d’Arestide. Seorang ksatria templar sejati, memegang teguh kode etik ksatria, dan mengayunkan pedangnya demi keadilan tanpa padang bulu.

Sosok idaman, sosok impian di saat kemerosotan moral di Dark Age! Sosok ksatria idola saya. Eropa pada era itu memang masuk ke jaman kegelapan, di mana banyak korupsi dan penyelewengan kekuasaan. Tapi, saya tetap percaya ada orang lurus dan teguh seperti Sir Celian.

null

Haha, mungkin saya memuji game ini karena memang menujukan ‘sisi baik’ dr ksatria abad pertengahan, yang di mana agak jarang sisi ini ditonjolkan menurut saya

Sebagai seorang entusias sejarah eropa abad pertengahan dan ksatria eropa abad pertengahan termasuk templar, saya tahu First Templar ini mengambil setting waktu di saat2 akhir Ordo Templar.  Saya sudah menamatkan game ini, dan pada endingnya di katakan bagaimana nasib Ordo Templar berakhir karena adanya permainan politik. (maaf, saya tidak mau membongkar semua ending game ini)  Sejarah mengatakan bubarnya Ordo Templar disebabkan oleh permainan politik, kecemburuan, dan ksatria Templar adalah kambing hitamnya. Mereka difitnah dan dikejar2 atas perintah raja Philip IV dari Perancis. Di game ini, ditambah bumbu2 kalau Sir Celian jg dikejar2 sesama Ordo Templar sendiri karena disangka mencurangi Cawan Suci sendirian. Mentornya yang menjebaknya sendiri.

Mungkin sebetulnya apa yang membuat saya menyukai game ini dan ‘menyatakan kekecewaan serta perang’ kepada review2 negatif game The First Templar, karena ini adalah game templar pertama (first) yang sesuai dengan apa yang saya mau. Saya tidak peduli dengan kata-kata buruk para review, selama saya suka game itu. Dan Sir Celian, kau sungguh menawan, sosok ksatria idola saya. Jika dia sosok yg benar2 ada di real life, saya akan masukan dia ke daftar ksatria idola saya bersama dengan Joan of Arc.

Overall, sebagai seorang entusias abad pertengahan, sekaligus juga entusias Ordo Templar, saya mengakui puas dengan game ini.  The First Templar setidaknya memberikan saya ‘kesempatan’ untuk mencoba menjadi salah satu ksatria pada Abad Pertengahan, dan bertarung dengan pedang dan prisai.

Share

Ad

Aiming Practice

NXA-Ladies Team

NVIDIA - Geforce GTX 1060

MSI Gaming Notebook

MSI Indonesia Components

NXA-Ladies Team

MY RAPTR LIVESTREAM

Instagram