Review | SteelSeries Flux In-Ear & In Ear Pro

Ad
Ad
Ad
author image by Nixia | 23 Apr 2013 | 5,914

Brand SteelSeries yang sudah mendunia dengan berbagai produk gaming gear-nya, kali ini kembali menghadirkan dua produk inovasi terbaru di kategori gaming audio-nya, yaitu SteelSeries Flux In-Ear dan In-Ear Pro. Produk ini merupakan sebuah headset in-ear yang juga ditujukan bagi para gamer, serta mendukung campaign SteelSeries terbaru yaitu Freedom To Play, dimana gamer bisa bermain game dimanapun dengan produk-produk SteelSeries Freedom To Play.

Nixiagamer.com kali ini akan secara langsung mengangkat kedua buah in-ear headset ini untuk di-review.

Kedua headset ini memiliki box yang sama, yaitu box berwarna hitam dengan paduan warna orange di bagian atasnya, dan yang membedakan keduanya secara langsung adalah pada gambar produknya di bagian depan box, yang juga disertai keterangan fitur produk. Pada bagian belakang box, terdapat informasi lengkap tentang produk, mulai dari penjelasan design, jenis jack connector yang digunakan, kompatibilitas sistem headset, gambar case yang disertakan didalam box, dan spesifikasi produk secara detail.

Unboxing


Setelah membuka box utama, kita akan mendapatkan sebuah box hitam polos lagi didalamnya, dimana headset dan paketnya terdapat didalam box ini. Perbedaan kedua produk ini sudah ditunjukkan dari gambar cover box, dimana keduanya mempunyai keunikan tersendiri. Sekarang saatnya membuka masing-masing headset dan mulai membandingkan perbedaan keduanya.

Kedua headset in-ear ini ditempatkan didalam soft-case berwarna hitam, perbedaannya, pada Flux In Ear memiliki softcase berbentuk persegi panjang polos dan ber-retsleting yang simple. Sedangkan pada Flux In Ear Pro memiliki soft case dengan bentuk yang unik dan terdapat juga sebuah kantung jaring di satu sisi bagian dalamnya, yang berguna untuk menyimpan dan memisah aksesori headset, dan yang paling uniknya yaitu di sisi dalam kanan dilengkapi dengan strip velcro, velcro ini bisa digunakan untuk mengikat earphone dan langsung bisa ditempelkan ke sisi case, sehingga penyimpanan lebih rapi dan aman. Pada bagian luar case, dihiasi dengan logo emboss Flux.

Kesamaan isi paket penjualan dari kedua produk ini yaitu dengan adanya Sticker SteelSeries, Quick Start Guide, brosur SteelSeries Freedom To Play, dan kertas warning loud noises. Sedangkan untuk perbedaan kelengkapan isinya adalah pada Flux In Ear terdapat 1 plastik kecil yang berisi 2 jenis ear tip tambahan, yang bisa anda pilih sesuai kenyamanan dan ukuran telinga. Pada Flux In Ear Pro terdapat 2 buah plastik kecil re-sealable yang pertama berisi 3 jenis ear tip tambahan yang salah satunya adalah ear tip berbahan foam yang pasti lebih nyaman digunakan yang disertai juga dengan penjelasan tentang Comply™ Foam Tips, sepasang ear guides yang berfungsi agar kabel tetap diatas dan belakang telinga dan tidak bergeser. Pada plastik kedua berisi tambahan connector yang dilengkapi jack microphone, membuat Flux In-Ear Pro ini semakin compatible tidak hanya untuk perangkat mobile tapi juga untuk PC dan Mac anda.

Design In-Ear headset

Flux In-Ear Pro: in-ear headset ini memiliki paduan warna hitam dan abu-abu dikedua sisi kabel. Design earbud yang unik akan kita temui pada Flux In-Ear Pro, dengan logo SteelSeries berwarna silver sengaja menghias telinga kita saat memakai headset ini.

Flux In-Ear : memiliki warna hitam dari kabel sampai ke earbud nya, untuk bentuk earbud yang dimiliki terbilang normal dengan logo SteelSeries berwarna putih di kedua sisinya.

Kabel yang berbentuk flat un-tangled pada kedua headset ini, dibuat untuk meminimalisir melilitnya kabel yang biasanya terjadi pada kable earphone, sehingga saat ingin memakainya anda tidak perlu repot membenarkan kabel yang berantakan. Saat membawa headset ini bepergian didalam tas atau didalam kantong celana, Nixia alami bahwa tidak pernah sulit untuk langsung memakainya, karena kabel tidak terbelit atau berantakan. Namun kabel pada versi Pro dibuat lebih tebal, hal ini dimungkinkan karena harga In-Ear Pro juga jauh lebih tinggi diatas Flux In Ear standar.

Quality & Performance

Jika biasanya para gamer cenderung menggunakan headset berukuran besar dan full ear, maka SteelSeries menciptakan headset gaming in-ear ini untuk mengubah pandangan orang terhadap gaming headset in-ear/earphone yang kualitasnya suaranya tidak akan cocok untuk gaming.

Flux In-Ear Pro dibuat untuk mendukung para profesional gamers, dengan kualitas nya yang dibuat setingkat diatas dari Flux In-Ear standard. In-Ear Pro didesign khusus untuk digunakan diatas daun telinga (over the ear), dimana kabelnya akan berada di belakang telinga, maka dari itu SteelSeries menambahkan karet penyangga agar kabel diatas telinga dapat mengikuti bentuk dan tidak mudah terlepas.

23

Pada versi Pro ini, SteelSeries menambahkan Comply Memory Foam Tip, untuk menambah kenyamanan saat menggunakan earbud ditelinga. Ketika Nixia menggunakan foam tip ini terasa seperti tidak sedang menggunakan in-ear headset, karena bahan busa-nya dapat menyesuaikan bentuk lubang telinga dengan sangat lembut.

Tiga buah ear tip silicone lainnya juga dapat kita pilih mulai dari ukuran S, M, dan L. Ujung connector dari Flux In-Ear Pro ini sangat unik dan memudahkan kebutuhan pemakaian bagi gamers, yaitu memiliki kabel jack yang dapat diganti-ganti, baik itu untuk digunakan di perangkat mobile yang hanya membutuhkan satu audio jack, atau ketika bermain game sambil voice chatting di PC, Nixia akan menggunakan jack audio dan microphone.

11

SteelSeries menggunakan balanced armature technology pada driver yang digunakan Flux In-Ear Pro. Terdapat 2 jenis driver yang biasa digunakan pada setiap produk headset atau earphone yaitu balanced dan dynamic, kebanyakan pada headset SteelSeries sebelumnya juga menggunakan type dynamic driver, dimana driver ini membutuhkan udara untuk menghasilkan suara dan juga lebih murah. Sedangkan pada tipe balanced tidak diperlukan udara untuk memproduksi suara, itu berarti driver bisa dibuat dalam ukuran yang sangat kecil dan dengan precise tuning dapat menghasilkan suara berkualitas tinggi dalam driver yang compact dan nyaman digunakan. SteelSeries juga sengaja menggunakan teknologi ini untuk gaming headset, karena memiliki response time lebih cepat, dan suara yang lebih seimbang.

Saat digunakan dalam bermain game Battlefield 3 dan Crysis Wars, suara yang dihasilkan sangat bagus untuk ukuran sebuah headset in-ear, berdasarkan pengalaman Nixia bermain game menggunakan earphone brand lain, SteelSeries Flux In-Ear Pro ini benar-benar jauh dari perkiraan. Karena kebanyakan earphone tidak cocok digunakan untuk bermain game, sedangkan headset in-ear ini sangat nyaman mendengarkan sound in game Battlefield 3 yang menggelegar. Suara ledakan dan tembakan dihasilkan dengan pas dan nyaman ditelinga, suara derap step juga mampu dihasilkan dengan jelas dan membantu jalannya permainan.

Saat pengetesan dalam mendengarkan musik, Nixia coba untuk mendengarkan beberapa lagu acoustic, seperti lagu State of Grace dari Taylor Swift, suara yang dihasilkan sangat jernih dan cukup detail pada bass maupun treble-nya. Ketika dipasangkan lagu rock dari band Dream Theater, suara bass nya juga mampu hadir lebih baik daripada earphone standard brand lain.

Microphone yang dimiliki Flux In-Ear Pro terdapat di kabel telinga sebelah kiri, Nixia mencoba-nya untuk voice chat saat bermain game via TeamSpeak atau in-game voice chat, teman voice chat Nixia mengatakan bahwa tidak ada perbedaan suara dengan sebelumnya, dimana Nixia biasa menggunakan SteelSeries Siberia V2 Frost Blue headset. Jadi, suara Nixia disisi teman sama-sama jelas dan tidak ada suatu masalah. Selain itu, ketika digunakan di perjalanan Nixia pilih single jack connector nya untuk disambungkan ke handphone. Microphone disini memiliki in-line control sebuah tombol yang berfungsi untuk menjawab telepon atau mematikan music player ketika dipasang di handphone.

Flux In-Ear memiliki warna keseluruhan hitam dengan bentuk ear bud yang terbilang standard saja dengan earphone lainnya. Untuk kualitas driver-nya SteelSeries menggunakan dynamic armature technolgy berbeda dengan versi Pro nya yang telah disebutkan diatas, tentunya kembali lagi untuk menekan harga jual Flux In-Ear ini agar semakin terjangkau. Headset in-ear ini di-design khusus untuk perangkat mobile, karena hanya memiliki sebuah jack connector seperti earphone kebanyakan, sehingga fitur microphone-nya tidak akan bekerja jika dipasangkan ke PC atau Mac.

Namun dengan pengurangan di beberapa sisi, tidak menjadikan SteelSeries Flux In-Ear ini berarti memiliki kualitas yang buruk. Dengan nama SteelSeries, sudah pasti kualitasnya tidak perlu diragukan lagi, dan yang paling penting adalah kenyamanan dari earbud nya yang Nixia rasakan tidak kalah nyaman dengan versi Pro nya. Tiga buah silicone ear tip dalam ukuran S,M, dan L juga disertakan untuk menyesuaikan dengan ukuran telinga anda.

Ketika dipakai untuk  mendengarkan musik bergenre pop atau acoustic suara yang dihasilkan terbilang baik dan sanggup mengalihkan dunia kita ke dalam musik yang sedang didengarkan. Sedangkan pada lagu bergenre rock atau metal, suara bass terasa sedikit terpendam, namun itu tak menjadi suatu masalah. Mungkin ini dikarenakan teknologi dynamic driver yang digunakannya.

Audio pada saat digunakan bermain game Battlefield 3 pun terasa kurang nyaman untuk didengarkan melalui Flux In-Ear ini daripada versi Pro nya. Berbagai suara environment dalam game terasa datar dan membuat Nixia harus memasang volume dengan ukuran lebih kecil, agar suara tidak terasa pecah di telinga.

Sayangnya juga, Flux In-Ear ini tidak kompatibel dengan microphone pada PC, sehingga tidak bisa digunakan bermain game sambil voice chat dengan teman satu team. Namun kualitas Microphone disini masih sama dengan versi Pro nya yang mampu menghasilkan suara jernih dan anti bising. In-line control juga dimiliki headset in-ear ini, yang berfungsi untuk menjawab telepon atau mematikan musik pada handphone.

Conclusion

Dengan harga kedua headset Flux In-Ear ini yang cukup berbeda jauh, anda pantas menentukan sendiri yang mana yang akan jadi kebutuhan dan kualitas yang anda inginkan. Flux In-Ear lebih cocok digunakan untuk kebutuhan audio musik dan gaming anda dalam perjalanan, namun jika anda ingin sebuah pengganti headset gaming dengan bentuk earphone, Flux In-Ear Pro bisa menjadi pilihan tepat. Karena selain sebagai teman anda di perjalanan, headset ini juga bisa anda gunakan langsung saat bermain game multiplayer, atau bahkan saat mengikuti turnamen game, tanpa repot membawa headset berukuran besar dan tanpa kekurangan kualitas audio dalam game. Kedua headset ini juga sengaja dibuat untuk mendukung campaign SteelSeries Freedom to Play, maka dari itu kualitas brand sebesar SteelSeries sudah pasti tidak perlu diragukan lagi.

Specification Flux In-Ear Flux In-Ear Pro
Frequency Response 20-20000 Hz 15-2000 Hz
Impedance 19 Ohm 26 Ohm
Driver 6 mm
Cable Length 1.2 m 1.2 m
Jacks 3.5 mm 3.5 mm
PC Cable Jack 3.5 mm
Microphone:
Frequency Response 100-100000 Hz 100-100000 Hz
Pick up pattern Omni-directional Omni-directional
Sensitivity -42 dB -38 dB

Share

Ad

Aiming Practice

NXA-Ladies Team

NVIDIA - Geforce GTX 1060

MSI Gaming Notebook

MSI Indonesia Components

NXA-Ladies Team

MY RAPTR LIVESTREAM

Instagram